Senin, 21 Maret 2011

Damai dalam Hati


Al-Quran & ketenangan hati
Al-Quran adalah kalamullah, kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Dan dijadikan pegangan hidup “way of life” bagi umat Islam yang mngharapkan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Membaca Al-Quran adalah ibadah yang utama, dzikir yang utama sebagaimana dikatakan Syaich Hasyim Asyari (Rois Akbar Jamiyah Nahdlatul Ulama) di dalam kitab “Irsyadus Syari” .
أفضل الذ كر قرات القرآن ثم لا اله الا الله
Membaca Al-Quran menjadi dzikir utama, mengingat di dalamnya memuat kurang lebih 2697 lafal “Allah”, lafal “ar-Rahman” disebutkan 57 kali, lafal “ar-Rahim” disebutkan 115 kali, (baca, 99 Jalan Mengenal Allah, HM. Zurkani Jahja), dan masih banyak juga memuat asma Allah lainnya yang masuk dalam “asmaul husna”, di dalamnya juga memuat kalimat “allahumma” kalimat ini termasuk “ismullah al-‘adham (Jika kita berdoa dengan disertai membaca ismullah al-‘adham, maka pintu pelapang terbesar dan pintu penerimaan yang terdekat,  yang dengannya segala tujuan bias tercapai).
Membaca Al-Quran memperoleh kebaikan pada setiap huruf yang dibaca oleh seseorang, dan setiap satu kebaikan ditingkatkan derajatnya oleh Allah sebanyak 10 tingkatan, sebagaimana hadits berikut :

عن عبد الله ابن مسعود يقول : قال رسول الله صلعم : مَنْ قَرَأ حَرْفاً مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ ، والْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أمْثَالِهَا ، لا أ قُولُ الَم حَرْفٌ ولَكِنْ ألِفٌ حرفٌ ولام حرفٌ و مِيمٌ حرفز (رواه التر مذى)

Sungguh besar kemurahan Allah subhanahu wata’ala  bagi orang-orang beriman yang membaca Al-Quran, Mengapa demikian ? Al-Quran memuat 30 Juz, 144 Surat, 6000 Ayat (menurut Imam Suyuthi) 6616 Ayat (menurut Al-Alusi). Lalu berapa jumlah huruf Al-Quran ? Dalam Buku “Keistimewaan Ayat Kursi” (Saifuddin Aman) disebutkan Al-Quran terdiri dari 340.700 huruf.
Bila dihubungkan dengan hadits riwayat Imam Turmudzi di atas, maka setiap orang yang menghatamkan Al-Quran sekali saja, maka akan mendapat 340.700 kebaikan, dan akan ditingkatkan sebanyak 3.407.000. Apalagi jika dalam satu tahun mampu menghatamkan Al-Quran sebanyak 10 kali maka, Allah subhanahu wata’ala akan menganugerahkan kebaikan kepadanya senilai 34.070.000, namun kebaikan seseorang yang menghatamkan Al-Quran 10 kali tidak sebanding dengan kenikmatan yang dikaruniakan Allah subhanahu wata’ala kepada manusia. Oleh karenanya, tidaklah pantas hamba yang membanggakan amal bacaan al-Quran dan amal kebaikan lainnya di hadapan Allah subhanahu wata’ala
Firman Allah
وإنْ تَعُدُّوْا نِعْمَهَ اللهِ لا تُحْصُْوا هَا
Bagaimana dengan yang tidak pernah hatam, jarang hatam, atau kadang-kadang hatam ? Bukankah termasuk ingkar akan nikmat Allah (naudzubillah min dzalik).
Orang mukmin yang membaca Al-Quran berbeda dengan yang tidak membaca Al-Quran, orang mukmin yang membaca Al-Quran diibaratkan oleh Rasulullah bagaikan “Utrujah” atau buah lemon, baunya harum dan rasanya manis. Orang mukmin yang tidak membaca Al- quran diibaratkan oleh Rasulullah bagaikan “Tamar” atau buah kurma, tidak berbau dan rasanya manis. Orang Munafik (fajir-banyak dosa) yang membaca Al-Quran diibaratkan oleh Rasulullah bagaikan “Roikhanah” atau semacam labu, baunya harum dan rasanya pahit. Orang mukmin yang tidak membaca Al-quran diibaratkan oleh Rasulullah bagaikan “Handholah” atau semacam bunga, baunya tidak sedap dan rasanya pahit.
عن أبى موسى رضى الله عنه, عن النبى صلعم قا ل: الْمُؤْمِنُ الّذي يَقْرَأُالقرآنَ ويَعْمَلُ بِهِ كالأُ تْرُجَّةٍ , طَعْمُها طَيِّبٌ وريحها طيّب، و ألمؤمن الذي لا يقرأالقرآنَ ويعمل به كا لتَّمْرَةِ طعمها طيّب ولارِيْحَ لَهَا، ومثلُ المنا فِقِ الّذي يقرأالقرآنَ كا الرَّيْحا نَةِ , ريحهاطيّب و طعمها مُرٌّ. و مثلُ المنا فِقِ الّذي لايقرأالقرآن كا الْحَنْظَلَةِ , طعمها مرّ،وخَبِيثٌ، و ريحها مرٌّ. (رواه البخا رى)
Belajar dan Mengajarkan Al-Quran
Bagi muslim belajar membaca Al-Quran adalah suatu keharusan, sebab dengan membaca Al-Quran maka seseorang akan memperoleh berkah, ketenangan, pahala, manfaat bagi kehidupan dunia akhirat. Bagaimana mungkin seorang muslim memperoleh keutamaan jika tidak mempunyai kemampuan membaca Al-Quran, dengan membaca Al-Quran seseorang secara perlahan akan terdorong untuk mempelajari isi kandungan Al-Quran, dengan mengetahui isi kandungan Al-Quran seseorang akan terdorong untuk mengamalkan isinya, dan ini adalah kewajiabn bagi setiap muslim.
Belajar Al-Quran dan mengajar Al-Quran adalah dua amal sholih yang menyebabkan seseorang menjadi “orang yang terbaik”, bahkan menjadi “orang yang utama”. Hal ini sebagaimana disabdakan Rasulullah saw., sbb :
عن عثما نَ رضى الله عنه, عن النبى صلى الله عليه و سلم قا ل : خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّم القُرأنَ و علَّمَهُ (رواه البخا رى)
Diriwayatkan dari Usman r.a. bahwa Nabi saw. Bersabda : “sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Quran kemudian mengajarkannya kepada orang lain”. (HR. al-Bukhori)
عن عثما ن رضى الله عنه, عن النبى صلى الله عليه و سلم قا ل : إنَّ أفْضَلكُمْ  مَنْ تعلَّمَ القرأن و علَّمَهُ (رواه البخا رى)
Diriwayatkan dari Usman r.a. dia berkata : bahwa Nabi saw. Pernah bersabda : “Sesungguhnya orang yang paling utama di antara kalian adalah orang yang mempelajari al-Quran kemudian mengajarkannya kepada orang lain”. (HR. al-Bukhori)

5 komentar:

  1. Bagus deh untuk yang pingin hati tentram

    BalasHapus
  2. sangat bagus sekali pak. lanjutkan!

    BalasHapus
  3. baek pak guru. bisa dilakukan setiap hari

    BalasHapus
  4. setelah ssssaya pahami dan amalkan ternyata benar juga kata bapak.

    BalasHapus
  5. Banyak orang kaya harta, tetapi sedikit orang yang kaya hati... Mudah-mudahan Bapak sekeluarga senantiasa diberi kekuatan dan kekayaan hati..

    BalasHapus